Menguak Kisah di Balik Pindang Gunung: Warisan Rasa dari Pedalaman Pangandaran

Artikel

Beranda / Artikel / Detail

Menguak Kisah di Balik Pindang Gunung: Warisan Rasa dari Pedalaman Pangandaran

Sabtu, 20 Desember 2025 14:30 WIB

Pangandarancatering.com - Menguak Kisah di Balik Pindang Gunung : Warisan Rasa dari Pedalaman Pangandaran

Pangandaran tak hanya memesona dengan keindahan baharinya, tetapi juga menyimpan kekayaan kuliner yang tak kalah menawan. Di antara deretan hidangan laut segar dan camilan khas, terselip satu nama yang menjadi kebanggaan, terutama bagi masyarakat pedalaman Pangandaran: Pindang Gunung. Hidangan berkuah kuning nan segar ini bukan sekadar lauk pauk, melainkan sebuah cerita panjang tentang kearifan lokal, bahan-bahan alami, dan tradisi yang diwariskan turun-temurun.

Asal Muasal Nama " Pindang Gunung "

Berbeda dengan "pindang" pada umumnya yang identik dengan ikan yang diawetkan, Pindang Gunung merujuk pada cara pengolahannya serta bahan-bahan yang mayoritas berasal dari "gunung" atau pedalaman. Nama ini muncul karena bahan utamanya, ikan air tawar seperti ikan gabus, tawes, atau gurame, dulunya banyak ditemukan di sungai-sungai dan danau di wilayah pegunungan sekitar Pangandaran, seperti daerah Cijulang, Cigugur, atau Parigi.

Konon, hidangan ini merupakan kreasi masyarakat yang tinggal jauh dari pesisir pantai. Mereka memanfaatkan hasil tangkapan ikan air tawar yang melimpah dan meraciknya dengan bumbu-bumbu yang mudah ditemukan di pekarangan rumah atau kebun, seperti kunyit, jahe, lengkuas, serai, daun salam, dan yang paling khas adalah honje atau kecombrang. Penambahan honje inilah yang memberikan aroma dan cita rasa asam segar yang unik, menjadi ciri khas Pindang Gunung yang membedakannya dari masakan pindang lainnya.

Filosofi dan Proses Pembuatan yang Sederhana Namun Mendalam

Pindang Gunung adalah cerminan dari filosofi hidup masyarakat pedalaman yang dekat dengan alam: memanfaatkan apa yang ada, mengolahnya dengan sederhana namun penuh cita rasa. Proses pembuatannya pun terbilang mudah. Ikan segar dibersihkan, kemudian direbus bersama bumbu-bumbu yang telah dihaluskan dan diiris, hingga matang dan bumbu meresap sempurna. Tidak menggunakan santan, kuah kuningnya yang bening dan segar menjadi daya tarik utama.

Pada awalnya, Pindang Gunung adalah hidangan sehari-hari yang disajikan di rumah-rumah. Namun, seiring waktu, kelezatan dan kesegarannya mulai dikenal luas, bahkan menjadi salah satu daya tarik kuliner bagi wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran. Kini, Pindang Gunung dapat dengan mudah ditemukan di berbagai rumah makan di Pangandaran, termasuk menjadi pilihan favorit dalam layanan katering kami di Pangandarancatering.com.

Pindang Gunung di Pangandarancatering.com : Menghadirkan Tradisi di Meja Anda

Di Pangandarancatering.com, kami bangga menyajikan Pindang Gunung dengan resep otentik yang terjaga. Kami berkomitmen untuk menggunakan ikan air tawar segar pilihan dan rempah-rempah berkualitas, termasuk honje segar, untuk memastikan setiap sajian Pindang Gunung menghadirkan cita rasa asli yang telah diwariskan turun-temurun.

Rasakan perpaduan rasa asam, gurih, sedikit pedas, dan aroma honje yang menggoda dalam setiap suapan Pindang Gunung. Ini adalah pengalaman kuliner yang akan membawa Anda menyelami kekayaan budaya dan kelezatan sejati Pangandaran. Jadikan Pindang Gunung sebagai pilihan hidangan istimewa dalam acara Anda bersama Pangandarancatering.com!

Tetap terhubung dan dapat berkomunikasi dengan saya melalui sosial media
pilihan anda berikut ini

Dibuat dan dimaintenance oleh CV. myPangandaran © 2020